top of page

Prinsip Dasar UI: Menciptakan Antarmuka yang Efektif dan Nyaman Digunakan

  • Zulfiki
  • Jun 19, 2025
  • 3 min read

Updated: Jul 18, 2025





Desain antarmuka pengguna (User Interface atau UI) memegang peran krusial dalam menciptakan pengalaman digital yang baik. UI bukan sekadar tampilan visual, melainkan bagaimana elemen-elemen di dalamnya dapat memandu pengguna berinteraksi secara efisien dan menyenangkan dengan produk digital. Memahami prinsip dasar UI akan membantu Anda membangun sistem yang tak hanya menarik secara estetika, tetapi juga fungsional dan mudah digunakan.

Berikut ini beberapa prinsip utama dalam desain UI yang dapat Anda terapkan dalam pengembangan produk digital.


1. Keterbacaan (Readability)

Keterbacaan adalah fondasi dari komunikasi visual yang baik. Tanpa teks yang mudah dibaca, pesan yang ingin disampaikan bisa gagal tersampaikan.

  • Pemilihan Font yang Tepat: Gunakan jenis huruf yang sederhana dan mudah dikenali, seperti font sans-serif (contoh: Arial, Helvetica, atau Roboto). Font jenis ini lebih mudah dibaca di layar.

  • Kontras Warna yang Memadai: Pastikan ada perbedaan yang cukup antara warna teks dan latar belakangnya. Teks gelap di atas latar terang, atau sebaliknya, akan jauh lebih mudah dibaca. Hindari warna yang menyulitkan, seperti merah di atas hijau atau biru di atas hitam.

  • Pengaturan Spasi: Perhatikan jarak antar huruf, antar kata, dan antar baris. Spasi yang cukup akan membantu mata pengguna membaca lebih nyaman. Jangan lupa manfaatkan ruang kosong (white space) agar tampilan tidak terasa padat dan melelahkan secara visual.


2. Konsistensi (Consistency)

Konsistensi menciptakan pengalaman yang terprediksi dan nyaman bagi pengguna. Mereka tidak perlu “belajar ulang” saat berpindah halaman atau fitur.

  • Gunakan Sistem Desain Terstandar: Terapkan skema warna, tipografi, ikonografi, dan elemen visual yang sama di seluruh platform Anda. Hal ini membantu membangun identitas visual yang kuat sekaligus meningkatkan efisiensi desain.

  • Komponen UI Seragam: Tombol, formulir, ikon, dan menu harus memiliki gaya dan perilaku yang serupa. Konsistensi ini membantu pengguna merasa familiar dengan antarmuka dan mempercepat interaksi mereka.

  • Pengujian Konsistensi Antar Perangkat: Gunakan pendekatan desain responsif agar elemen tetap tampil dan berfungsi baik di berbagai ukuran layar, baik di ponsel, tablet, maupun desktop. Uji desain Anda secara menyeluruh di berbagai perangkat untuk memastikan hasil yang konsisten.


3. Hierarki Visual (Visual Hierarchy)

Hierarki visual membantu pengguna memahami urutan pentingnya informasi di layar.

  • Penekanan Melalui Ukuran dan Gaya Teks: Gunakan ukuran huruf, warna, dan berat (bold, italic) untuk menonjolkan bagian yang penting. Judul utama harus jelas berbeda dari subjudul dan isi teks.

  • Pengelompokan Informasi: Kelompokkan elemen yang berkaitan secara visual agar pengguna lebih mudah memahami struktur dan alur informasi.

  • Gunakan Grid atau Tata Letak yang Rapi: Grid membantu mengatur elemen secara terstruktur dan memperkuat alur pandangan pengguna dari satu elemen ke elemen lainnya.


4. Keterjangkauan (Accessibility)

Desain UI yang baik harus bisa diakses oleh semua orang, termasuk pengguna dengan keterbatasan tertentu.

  • Teks yang Dapat Dibaca oleh Pembaca Layar: Pastikan teks, tombol, dan elemen navigasi dapat dikenali oleh teknologi pembaca layar bagi pengguna dengan gangguan penglihatan.

  • Ukuran Teks yang Dapat Disesuaikan: Desain harus memungkinkan pengguna memperbesar teks tanpa kehilangan tata letak atau fungsi.

  • Elemen Interaktif yang Mudah Diakses: Pastikan tombol cukup besar dan tidak terlalu rapat, agar mudah diklik atau disentuh, terutama di perangkat layar sentuh.


5. Responsivitas (Responsiveness)

Pengguna saat ini mengakses aplikasi dan situs web dari berbagai perangkat dengan ukuran layar yang berbeda-beda. Oleh karena itu, desain UI harus fleksibel dan mampu beradaptasi secara otomatis.

  • Gunakan Desain Fleksibel: Manfaatkan media queries dan grid fleksibel untuk memastikan tata letak tetap nyaman di semua ukuran layar.

  • Perhatikan Performa dan Loading Time: Desain responsif juga berarti ringan dan cepat dimuat, sehingga tidak membuat pengguna menunggu terlalu lama.


Tips Praktis: Membuat Teks Mudah Dibaca dan Desain Konsisten

Setelah memahami prinsip dasar UI di atas, berikut beberapa tips tambahan yang dapat langsung diterapkan:

A. Teks yang Mudah Dibaca

  1. Gunakan font sans-serif yang sederhana.

  2. Pastikan warna teks dan latar belakang memiliki kontras tinggi.

  3. Atur spasi antar baris dengan ideal (1.4–1.6 kali ukuran font).

  4. Gunakan heading dan subheading yang jelas untuk memisahkan bagian isi.

B. Menjaga Konsistensi Desain

  1. Buat dan terapkan sistem desain yang mencakup panduan warna, ikon, dan gaya elemen.

  2. Gunakan pustaka komponen UI agar seluruh elemen antarmuka seragam di semua halaman.

  3. Periksa dan uji desain Anda di berbagai perangkat. Pastikan tampilannya tetap utuh dan navigasinya tetap mudah digunakan.

  4. Dokumentasikan desain Anda. Simpan panduan desain yang terstruktur untuk memudahkan kolaborasi tim, terutama saat terjadi pembaruan.


Kesimpulan

Menguasai prinsip dasar UI adalah langkah penting dalam menciptakan antarmuka yang efektif, nyaman, dan inklusif. Fokus pada keterbacaan dan konsistensi desain akan memberikan pengalaman yang menyenangkan bagi pengguna, serta memperkuat kepercayaan mereka terhadap produk atau layanan Anda.

Desain UI yang baik bukan hanya tentang tampilan yang menarik, tetapi juga tentang bagaimana pengguna dapat menyelesaikan tujuan mereka dengan mudah dan efisien.


Hubungi Kami

Jika Anda membutuhkan dukungan dalam merancang UI/UX yang profesional, fungsional, dan ramah pengguna, PT. Adpat Vantech siap membantu. Tim kami berpengalaman dalam menciptakan solusi desain yang sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda.

Jangan ragu untuk menghubungi kami untuk konsultasi atau penawaran kerjasama.


1 Comment


Phoebe Bananahammock
Phoebe Bananahammock
6 days ago

UNICCM School menghadirkan pembelajaran yang mendorong keterlibatan aktif siswa. Prinsip pembelajaran berpusat pada siswa membuat proses belajar terasa lebih personal. Siswa didukung untuk berkembang sesuai potensi. Lingkungan ini mendukung keputusan untuk bergabung.

Like
bottom of page